Senin, 10 September 2018

Yuk Saatnya Membantu Penguatan Rupiah! Hindari 5 Kebiasaan ini

Published by By Admin on Senin, 10 September 2018  | No comments


Berita ekonomi terhangat belakangan ini tentu anda sudah bisa menebak. Apalagi kalau bukan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang sedang melemah. Nilai tukar rupiah sempat tembus hingga Rp15 ribu.

Banyak sekali faktor yang memengaruhi melemahnya rupiah, ada faktor eksternal dan internal.  Faktor eksternal antara lain perang dagang antara Amerika Serikat dengan China, menguatnya kondisi ekonomi Amerika dan beberapa masalah krisis di Argentina, Turki, Iran dan Venezuela.

Sementara faktor internal yaitu neraca transaksi Indonesia yang defisit dan beberapa masalah lain yang ternyata turut disebabkan oleh masyarakat kita sendiri.

Nah, ini saatnya kita sebagai warga negara ditantang kepeduliannya untuk membantu pemerintah menekan pelemahan nilai uang kita rupiah. Tentu sebagai warga negara yang baik dan cinta NKRI anda tidak akan keberatan. 
 
Bagaimana caranya? Tidak sulit, anda cukup diminta untuk berperan atau menghindari beberapa kebiasaan yang selama ini banyak dilakukan masyarakat Indonesia. Berikut 5 diantaranya :

1. Belanja online dari luar negeri

Apakah Anda termasuk orang yang sering belanja barang dari luar negeri melalui berbagai situs e-commerce seperti Amazon dan Ebay?

Anda perlu tahu, kebiasaan itu membuat arus impor barang ke Indonesia bertambah besar dan menyebabkan neraca transaksi kita mengalami defisit.

2. Liburan ke luar negeri

Berlibur ke luar negeri mau tidak mau membuat Anda harus menukar uang rupiah dengan mata uang internasional khususnya dolar Amerika.

Jumlah dolar di Indonesia yang sedikit menyebabkan harganya tinggi. Ingatlah rumus ekonomi, makin banyak jumlah barang pasokan di pasar, makin murah pula harganya dan begitu juga sebaliknya.  Sebaiknya tahan dulu hasrat liburan Anda dan coba nikmati tempat-tempat wisata di dalam negeri.

3. Menyimpan dan dengan sengaja menahan dolar

Beberapa pengusaha Indonesia suka melakukan investasi dengan cara jual-beli valuta asing.  Saat harga dolar rendah, mereka membeli dolar dan menyimpannya lalu menunggu hingga harga dolar lebih tinggi lagi untuk memperoleh keuntungan.

Padahal dengan kondisi rupiah melemah seperti ini, artinya pasokan dolar di dalam negeri saja sedang kritis.

Tak heran Menteri Ekonomi Sri Mulyani gencar meminta para pengusaha membawa pulang devisa mereka dalam bentuk dolar di Indonesia dan meminta para pengusaha yang masih menyimpan dolar untuk segera menjualnya.

4. Tidak merawat lokasi wisata dalam negeri

Memang kalau sekilas kita tak bisa langsung menghitung seberapa besar pengaruh potensi wisata terhadap nilai rupiah.  Namun, devisa negara salah satunya bersumber dari kegiatan pariwisata di Indonesia.

Kalau di daerah Anda ada lokasi wisata, sebaiknya jaga sebaik mungkin termasuk juga tentang kebersihannya. Sebab kalau banyak tempat wisata yang menarik minat turis mancanegara, mereka akan datang ke Indonesia membawa dolar mereka.

5. Konflik masyarakat

Konflik masyarakat misalnya saja kejadian terorisme atau konflik jelang pemilu juga sangat berpengaruh.  Suatu negara yang dipenuhi konflik menyebabkan investor ragu untuk menanamkan modalnya di negara tersebut.

Kita sebagai masyarakat sebaiknya harus menghindari atau kalau bisa menghentikan konflik yang tengah terjadi agar Indonesia kembali menjadi negara yang ramah investasi.
 
Itulah peran sederhana yang bisa kita lakukan untuk andil dalam rangka penguatan nilai mata uang kita rupiah.
 
 
 
 
 

Filed in :
About the Author

Write admin description here..

0 komentar:

    If you would like to receive our RSS updates via email, simply enter your email address below click subscribe.

Indonesia Landscape

Indonesia Landscape

Discussion

Follow by Email

Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top